dPada kesempatan kali ini saya kan mengulas jurnal tentang
Perilaku Penggunaan Internet pada
Kalangan Remaja di Perkotaan
Kalangan Remaja di Perkotaan
Tidak dipungkiri, internet memang membawa begitu banyak kemudahan kepada penggunanya. Beragam akses terhadap informasi dan hiburan dari berbagai penjuru dunia dapat dilakukan melalui satu pintu saja. Internet juga dapat menembus batas dimensi kehidupan penggunanya, waktu, dan bahkan ruang sehingga internet dapat diakses oleh siapapun, kapanpun dan dimanapun. Hanya dengan fasilitas search engine—situs pencari informasi—pengguna internet dapat menemukan banyak sekali alternatif dan pilihan informasi yang diperlukannya dengan mengetikkan kata kunci di form yang disediakan. Begitu mudahnya sampai seringkali pengguna internet tidak percaya dengan hal-hal, ide-ide besar atau informasi penting yang tersimpan di belantara situs-situs internet. Namun, dibalik kemudahannya tersebut kehadiran internet juga dapat membawa sisi buruk bagi penggunanya. Yang paling nyata dan merusak adalah item-item asusila yang tak bermoral yang dengan mudah dapat diakses di jaringan internet.
Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa selama ini berbagai penelitian mengenai penggunaan internet pada kalangan remaja perkotaan di Indonesia telah dilakukan oleh para peneliti sebelumnya (Hardjito: 2001, Surya: 2002, Novanana, 2003), terutama dari kajian komunikasi dan psikologi. Namun, penelitian tersebut rata-rata sudah usang dan para peneliti tersebut kebanyakan lebih tertarik atau lebih banyak melakukan penelitian tentang motif pemanfaatan internet dengan kepuasan yang didapat, pengaruh internet sebagai media komunikasi interaktif, dan dampak negatif penggunaan internet terhadap kehidupan social atau dari sisi psikologi.
Penelitian terbaru mengenai gambaran perilaku penggunaan internet oleh kalangan remaja perkotaan di Indonesia yang secara khusus untuk mengetahui bagaimanakah kalangan remaja di perkotaan mengenal dan menggunakan internet pertama kalinya hingga memanfaatkan internet yang mencakup intensitas penggunaan internet, aktivitas-aktivitas internet apa sajakah yang mereka lakukan saat menggunakan internet, dan termasuk untuk kepentingan apa sajakah mereka melakukan aktivitas-aktivitas internet tersebut masih belum dilakukan.
Padahal, seperti kita ketahui generasi fasilitas internet kini sudah semakin canggih, tidak lagi hanya bisa digunakan untuk e-mail atau chatting via mIRC, seperti yang ditunjukkan pada hasil sejumlah survei atau studi yang telah diadakan sebelumnya sekitar tahun 2000 sampai dengan 2003-an− tapi sudah Yahoo! Mesengger, Friendster, Facebook, YouTube, bahkan online diary via blog.
Pertanyaan Penelitian
Berdasarkan penjelasan yang telah dikemukakan dalam latar belakang, dimana peneliti ingin mengetahui lebih pasti sebenarnya tentang gambaran perilaku penggunaan internet pada kalangan remaja di perkotaan yang secara khusus ingin menjawab pertanyaan penelitian berikut:
1) Bagaimanakah kalangan remaja di perkotaan mengenal dan menggunakan internet pertama kalinya?
2) Bagaimanakah intensitas penggunaan internet pada kalangan remaja di perkotaan?
3) Untuk kepentingan apa sajakah kalangan remaja di perkotaan menggunakan internet?
Internet merupakan singkatan dari inter-networking. Menurut Pendit, dkk. (2005), sesuai dengan kepanjangannya, internet adalah sekumpulan jaringan komputer milik perusahaan, institusi, lembaga pemerintah, ataupun penyedia jasa jaringan (Internet Services Provider) yang saling terhubung dimana masing-masing jaringan komputer yang terhubung dikelola secara independen. Artinya, jaringan ini bukan merupakan suatu organisasi atau institusi, karena tak satu pihak pun yang mengatur dan memilikinya.
Internet menyediakan sejumlah fasilitas yang dapat digunakan oleh pengguna, seperti WWW(World Wide Web), Email (Electronic Mail), FTP (File Transfer Protocol),Newsgroup, mailing list, Gropher, Chat Group, dan sebagainya. Menurut Purbo (2004),
Adapun kegunaan dari masing-masing fasilitas tersebut adalah sebagai berikut:
- WWW (World Wide Web): merupakan kumpulan koleksi besar tentang berbagai macam dokumentasi yang tersimpan dalam berbagai server di seluruh dunia, dan dokumentasi tersebut dikembangkan dalam format hypertext dan hypermedia, dengan menggunakan-
- Hypertext Markup Languange (HTML) yang memungkinkan terjadinya koneksi (link) dokumen yang satu dengan yang lain atau bagian dari dokumen yang satu dengan bagian yang lainnya, baik dalam bentuk teks, visual dan lain-lainnya.
- Email (Electronic-mail): merupakan fasilitas yang memungkinkan dua orang atau lebih melakukan komunikasi yang bersifat tidak sinkron (asynchronous communication mode) atau tidak bersifat real time.
- Mailing list (milis): merupakan perluasan penggunaan email, dengan fasilitas ini pengguna yang telah memiliki alamat email bisa tergabung dalam suatu kelompok diskusi, dan melalui milis ini bisa dilakukan diskusi untuk memecahkan suatu permasalahan secara bersama-sama, dengan saling memberikan saran pemecahan (brain storming). Komunikasi melalui milis ini memiliki sifat yang sama dengan email, yaitu bersifat tidak sinkron atau bersifat unreal time.
- FTP (File Transfer Protocol): adalah fasilitas internet yang memberikan kemudahan kepada pengguna untuk mencari dan mengambil arsip file (download file) di suatu server yang terhubung ke internet pada alamat tertentu yang menyediakan berbagi arsip (file), yang memang diizinkan untuk diambil oleh pengguna lain yang membutuhkannya. File ini bisa berupa hasil penelitian, artikel-artikel jurnal dan lain-lain.
- Newsgroup: adalah fasilitas untuk melakukan komunikasi antara dua orang atau lebih secara serempak dalam pengertian waktu yang sama (real time), dan dengan demikian berarti komunikasi yang dilakukan adalah komunikasi yang sinkron.
Selain lima aplikasi standart internet yang telah disebutkan, terdapat fasilitas internet lain yang punya peran essential dalam mendapatkan informasi secara cepat melalui halaman internet. Fasilitas ini dikenal dengan istilah mesin pencari (search engine). Bagi pengguna, search engine merupakan sebuah situs yang menolong untuk mencari informasi yang mereka inginkan bila tidak mengetahui alamat situs informasi yang dicari. Sepeti yang kita ketahui, begitu banyak situs (berita, hiburan, situs pribadi, pendidikan atau lainnya) telah dibuat setiap harinya yang menampilkan begitu banyak informasi.
Tentunya, sangat sulit untuk mencari informasi yang kita butuhkan dengan menyelusuri satu-persatu situs tersebut apalagi tanpa mengetahui alamatnya satu-persatu. Agar mudah menyelusuri semua itu, kita dapat menggunakan search engine yang tersedia di internet. Selain itu, search engine juga dapat membantu penelusuran artikel, file, maupun database.
Perilaku Penggunaan Internet Ditinjau dari Teori Uses and Gratification
Teori ini mengemukakan bahwa “seorang audience memiliki kebutuhan kompleks yang perlu dipenuhi melalui penggunaan berbagai media”. Model uses and gratification yang diketengahkan oleh Katz, Gurevitch dan Hazz di atas dimulai dari dari struktur dan lingkungan sosial yang menentukan berbagai kebutuhan individu. Kebutuhan individu ini pun banyak menentukan beragam pilihan atas media yang digunakan untuk pemenuhan kebutuhannya, yang dalam hal ini bisa berupa pemenuhan kebutuhan yang non-media dan pemenuhan kebutuhan dengan media. Pada aspek kebutuhan pada media inilah yang menghasilkan media gratification, yakni berupa pengawasan atau penjagaan (surveillance), hiburan, identitas personal, dan hubungan sosial (Effendy: 2000).
sumber : http://palimpsest.fisip.unair.ac.id/images/pdf/astutik.pdf
sumber : http://palimpsest.fisip.unair.ac.id/images/pdf/astutik.pdf

0 komentar:
Posting Komentar